MAKASSAR – Ketika sebagian besar wilayah Bara-Baraya Selatan masih terlelap dalam sepi, cahaya terang benderang justru terpancar dari Masjid Babul Jihad. Memasuki 10 malam terakhir Ramadhan 1447 Hijriyah, suasana di masjid ini terasa begitu hidup. Ratusan jamaah berkumpul untuk melaksanakan program tahunan yang dinanti-nantikan: Shalat Lail Berjamaah yang dirangkaikan dengan Sahur Bersama.
Program ini merupakan komitmen dari Yayasan Babul Cahaya Mulia dan Pengurus Harian Masjid untuk memfasilitasi jamaah dalam memaksimalkan ibadah di malam-malam penuh kemuliaan.
Kekhusyukan di Sepertiga Malam
Kegiatan dimulai pada dini hari saat suasana masih tenang. Lantai 1 dipenuhi oleh jamaah laki-laki, sementara lantai 2 menjadi area khusus bagi jamaah perempuan. Isak tangis pelan dan lantunan ayat suci dari imam shalat lail menciptakan atmosfer yang sangat khusyuk.
Ketua Panitia Ramadhan, Bapak Mujahidin, S.Pd., menyampaikan betapa pentingnya pelayanan ini bagi kenyamanan jamaah yang sedang beriktikaf.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap jamaah yang datang untuk mengetuk pintu langit di malam-malam terakhir ini merasa terlayani dengan baik. Menyiapkan sahur bagi mereka yang telah berdiri lama dalam shalat adalah kehormatan bagi kami para panitia. Semoga kebersamaan ini menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi lingkungan kita," ungkap Bapak Mujahidin, S.Pd. dengan penuh rendah hati.
Buah Keikhlasan Para Donatur
Kehangatan sahur bersama ini tidaklah hadir begitu saja. Keberlangsungan program ini setiap malamnya merupakan wujud nyata dari kedermawanan para donatur Masjid Babul Jihad. Dengan penuh keikhlasan, para donatur mengambil bagian secara bergantian untuk menyediakan santapan sahur bagi jamaah yang beribadah.
Partisipasi aktif dari para dermawan ini memastikan bahwa setiap butir nasi dan seteguk air yang dinikmati jamaah saat sahur menjadi bahan bakar untuk ketaatan mereka kepada Allah SWT.
Sahur Bersama: Kegembiraan dalam Kesederhanaan
Setelah rangkaian shalat lail usai, suasana khusyuk berubah menjadi penuh kegembiraan saat waktu sahur tiba. Hidangan sahur yang disiapkan panitia dinikmati bersama-sama dalam suasana kekeluargaan yang kental.
Pemandangan yang paling menarik adalah kehadiran anak-anak yang ikut serta. Meski harus bangun di waktu dini hari, raut wajah mereka tidak menunjukkan rasa kantuk, melainkan antusiasme. Pengalaman sahur di masjid ini diharapkan menjadi memori indah yang akan menanamkan kecintaan mereka terhadap masjid sejak dini.
Sinergi Pengurus dan Yayasan
Kesuksesan program ini tak lepas dari kerja keras Pengurus Yayasan Babul Cahaya Mulia dan Pengurus Harian Masjid yang bahu-membahu mengelola amanah dari para donatur. Sinergi ini membuktikan bahwa Masjid Babul Jihad adalah rumah yang hangat bagi seluruh umat.
Bagi jamaah yang ingin bergabung dalam sisa malam terakhir Ramadhan ini, pintu Masjid Babul Jihad selalu terbuka lebar untuk kita bersimpuh dan bersahur bersama.
Mari Maksimalkan Malam Terakhir! Jangan lewatkan kesempatan emas ini. Mari hadir lebih awal, luruskan niat, dan jemput keberkahan Lailatul Qadar di Masjid Babul Jihad.
Penulis : Ogi Saputra